Rabu, 20 Januari 2021

SMK sebagai Sekolah Pencetak Wirausaha Mandiri

 

PERKEMBANGAN dan perubahan dunia pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya.Sudah saatnya pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia harus diorientasikan untuk adaptif terhadap dinamika global dan nasional terlebih terhadap revolusi industri sekarang ini. SMK merupakan sekolah kejuruan yang kurikulum dan proses pembelajarannya disiapkan untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan yang disesuaikan dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Siswa SMK diajak untuk belajar disekolah dan belajar didunia kerja dengan praktek secara nyata sesuai dengan bidang yang dipelajari. Dengan memperbanyak SMK, maka pemerintah telah berupaya mengurangi angka pengangguran di Indonesia.SMK hadir sebagai solusi pemerintah untuk mengentaskan pengangguran yang jumlahnya terus bertambah. Salah satu program penting untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran adalah menciptakan lapangan usaha dan ini artinya harus mencetak wirausaha. Pencetakan wirausaha harus diikuti dengan usaha menumbuhkembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan dalam masyarakat Indonesia 
Jadi lulusan SMK tidak hanya dicetak untuk siap bekerja tapi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri atau berwirausaha dengan keterampilan yang dimiliki. Sekarang ini kita mengahadapi kenyataan bahwa jumlah pengusaha muda di Indonesia masih relatif kecil dan belum memenuhi target. Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, antara lain sifat agresif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber pengahasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah, dan sebagainya. Pandangan semacam ini dianut oleh sebagian besar penduduk, sehingga mereka tidak tertarik. Mereka tidak menginginkan anak-anaknya menerjuni bidang ini, dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri.Tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di sekolah terutama pada mata pelajaran kewirausahaan itu sendiri. 
SMK dapat berupaya meningkatkan motivasi berwirausaha siswa dengan mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap faktor-faktor yang menghambat motivasi siswa untuk berwirausaha. Motivasi pada individu dapat timbul karena adanya kebutuhan yang mendorong untuk melakukan pekerjaan. Individu akan memiliki dorongan untuk melakukan pekerjaan wirausaha disebabkan adanya keyakinan kuat bahwa profesi wirausaha merupakan jalan terbaik untuk melakukan perubahan kualitas kehidupan secara individual maupun bermasyarakat. Sebelum memperoleh keyakinan diri tersebut, calon wirausahawan ini telah melakukan berbagai pertimbangan dan pemikiran tentang beragam aspek yang di butuhkan untuk berwirausaha. Kemandirian sebagai unsur utama wirausahawan dapat dikembangkan sejak sekolah melalui sikap kemandirian dalam belajar. Siswa yang terbiasa menerapkan kemandirian belajar untuk mencapai prestasi belajar dan memiliki keyakinan akan kemampuan diri sendiri tentunya akan memiliki motivasi untuk bekerja mandiri dengan berwirausaha. 
Atas dasar itulah, maka dapat diartikan bahwa seseorang yang berwirausaha perlu menumbuhkan minat didalam dirinya sehingga tindakan untuk berwirausaha dapat terbentuk. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar dapat diketahui dari prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Prestasi belajar dapat dijadikan sebagai pengukur keberhasilan program dalam pencapaian tujuan yang diterapkan. Prestasi belajar kewirausahaan menggambarkan hasil yang dicapai akibat adanya kewajiban bagi siswa yang belajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran kewirausahaan. Pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak terlepas dari adanya program pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin), yang dilaksanakan selama enam bulan. Dari praktek tersebut diharapkan siswa memiliki suatu pengalaman bekerja serta memiliki kemampuan atau ketrampilan sesuai dengan yang program keahliannya. Pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin) merupakan bagian dari pendidikan sistem ganda yang merupakan inovasi pada program SMK dimana peserta didik melakukan praktek kerja (magang) di perusahaan atau industri yang merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pelatihan di SMK. Program praktik kerja industri merupakan suatu langkah nyata untuk membuat sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan lebih relevan dengan dunia kerja dalam rangka menghasilkan tamatan yang bermutu. 
Siswa SMK setelah lulus akan mencari pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Walaupun demikian tidak semua lulusan SMK mendapatkan pekerjaan, sehingga dapat menimbulkan pengangguran. Pengangguran adalah salah satu permasalahan yang cukup besar yang kini dihadapi bangsa Indonesia sekarang ini. Upaya untuk mengurangi pengangguran tersebut minimal harus ada perubahan pola pikir masyarakat khususnya pada lulusan SMK dari mencari kerja menjadi menciptakan lapangan kerja. Pembangunan akan semakin berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah sangatlah terbatas. (*)

https://www.youtube.com/watch?v=FF4GB3itpAk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar